KEBAGIAN JUGA DI ENDORSE SI COVID !!!

 

Haloo !

Akhirnya ngerasain juga di endorse sama covid 19 😅 . Haha ! 

Jadi kali ini setelah sekian lama gak nulis, akhirnya nulis lagi, dan malah bahas covid ya. Se fruit cerita tentang covid 19 . Kemarin sempet post di insta story , gak banyak hanya sempet 3x insta story . Dan terlalu banyak jika di ceritakan semua disana , jadi lebih baik dan indah bercerita disini saja. 

Gasss ya!! 

As we know, sekarang Bandung lagi zona merah banget nih. Dan Bandung juga menjadi angka tertinggi covid di Indonesia saat ini . Aissss! Ngeri yaa! Baru aja anak2 mau sekolah tatap muka, sekarang harus d pending lagi. Nah, ngebahas tentang covid 19 ini , akhirnya keluarga inti aku juga mengalami dan merasakan secara langsung.


Jadi tepat satu Minggu yang lalu , hari Sabtu 12 Juni kemarin aku sekeluarga masih fine2 aja. Sekitar jam 2 siang itu suami masih nge wa ngajakin staycation . Dadakan sih emang, tapi saat itu aku langsung nyari2 hotel , untungnya (saat itu) belum booking . Karena ternyata pas tiba dirumah sekitar jam 3 sore, suami langsung drop dan demam tinggi .

Memang saat itu Sabtu pagi suami sempet vaksin tahap 1, dan saat konsultasi ke dokter , dugaan sementara demam adalah efek samping dari vaksin & akan kembali normal sekitar 2 hari . Dan benar saja, saat hari Senin kondisi suami sudah mulai membaik. Sudah tidak ada demam dan nafsu makan juga bagus. Kita normal Nih aktivitasnya dan saat itu suami wfh .


Eh tapi,  Senin malam tiba2 aku dan salah satu anak aku mengalami demam tinggi + meriang + pusing berat . Suhu tubuh saat itu sampai 38,5-39 . Pada Selasa pagi suami melakukan swab pcr , dan kondisi doi saat itu juga boleh di bilang masih stabil. Saat itu aku masih merasakan pusing yang luar biasa, mual ,sesekali batuk tapi tidak ada gelaja sesak nafas. Inginya istirahat , tapi rebahan ternyata bikin kepala aku makin pusing . Thats why saat itu aku agak sedikit memaksakan untuk beraktifitas ringan dirumah . 

Ke esokan harinya , tepat di subuh Rabu hasil swab suami keluar dan hasilnya positif covid 19. Dari situ kondisi suami mulai mengalami perubahan . Muncul kembali gejala seperti demam, meriang ,pusing , batuk dan juga flu .kondisi ini berlangsung lama hanya saja frekuensinya sekarang sudah mulai berkurang . Trus gimana dengan aku dan anak2 ? 

Aku dan anak2 masih menjalani isolasi mandiri , tapi sejak suami diketahui terpapar covid 19, kita gercep sih lapor ke RT setempat & ternyata langsung di respon juga oleh satgas covid di tempat aku tinggal. 

First experience banget buat aku . Huhu ! Ternyata satgas covid SE respon itu , jadi kita terus di pantau sejak saat itu dan di berikan obat-obatan tambahan serta vitamin . Untuk swab PCR aku dan anak-anak di sarankan di hari ke 5 sejak gelaja, yang berarti terjadwal di hari Jumat. 


PENGALAMAN PERTAMA SWAB PCR DI PUSKESMAS. 

hmmm.... Ternyata tidak serumit yang aku bayangkan. Semua dibantu kok , mulai dari pendaftaran, pemberian obat-obatan dan vitamin serta konsultasi dengan dokter bisa melalui wa . Aku dan anak2 hanya luangkan waktu untuk datang ke puskesmas rujukan saja . 


Awalnya agak horor juga bawa anak2 swab tanpa di dampingi ayahnya . Tapi, so far semua berjalan dengan lancar dan tanpa drama tangisan anak2. Dari awal PCR , kita memang sudah di infokan jika hasil yang akan di terima mungkin agak terlambat karena Bandung lagi full kasus covid 19, dan semua laboratorium pada antri juga (infonya begitu) . Diperkirakan hasil akan keluar 3-5hari (normalnya 2 hari ) . 

Waktu tiba di puskesmas , sudah banyak orang-orang yang antri juga . Aku langsung menuju bagian informasi & saat itu petugas hanya melakukan pengecekan nama saja dan langsung menyarankan kita untuk duduk sambil menunggu panggilan. 

So far , sejauh ini aku dan anak-anak gak kapok dan trauma sih untuk PCR disini, sesuai dengan tagline yang sempat aku baca . Puskesmas ramah anak :) . Ohya, puskesmas nya di UPT Cipamokolan kota Bandung. 


PLUS MINUS PCR DI PUSKESMAS ? 

sejauh ini yang aku rasa, pelayanan oke lah.. Petugas juga pada ramah. Protokol kesehatan juga dijamin. Kebersihan lingkungan juga bagus. Tidak ribet berurusan di sini . Gratis tentu saja :) 

Untuk kekurangannya : 

Saat ini, karena kasus covid 19 melonjak naik, maka ada kemungkinan hasil pcr akan lama keluar . Info nya , laboratorium penuh dan yang memasukan sample pun sampai antri . 

Ohya, saat kasus covid naik seperti ini , stok obat-obatan juga sempet kosong . Jadi sebaiknya , sediakan obat-obatan dan vitamin secara mandiri dirumah .

Saat ini , hasil swab pcr menunjukan saya dan anak-anak juga terkonformasi + covid 19. Memang sekarang, perlu di waspadai untuk cluster keluarga karena penyebarannya yang sangat cepat.


TIPS JAGA IMUN DI SAAT TERPAPAR COVID :

ini hanya sedikit sharing ya, semoga bisa di terapkan dan bermanfaat. 

Hal pertama yang aku lakukan saat mengetahui anggota keluarga terkena covid adalah tidak merasa sedih dan tertekan !

Ini penting banget , anggap saja kita lagi disuruh 'istirahat sejenak' oleh tuhan.

Nikmatin saat - saat bisa tidur siang, nikmatin saat bisa punya waktu 'dirumah saja' bersama keluarga . Nikmatin punya tetangga yang baik (saat ini tetangga aku full support banget :') ) , pokoknya nikmatin dan syukurin setiap moment . 

Ohya, pastikan untuk selalu menyaring berita yang dapat menurunkan imun. Karena tidak sedikit lho rekan kita yang share info 'jahat & berlebihan ' tentang covid ini. Gak salah memang jika info  yang di share 'benar' , hanya saja saat ini timing nya kurang pas untuk kita yang lagi berjuang menjaga imun :) 

Jangan lupa makan yang banyak, perbanyak minum air putih , minum air hangat setiap hari. minum vitamin , makan makanan sehat ❤️

Jangan ragu untuk konsultasikan semua gejala dengan satgas covid / dokter yang menangani. Pastikan saat isolasi mandiri dirumah, kita tetap dalam pengawasan dokter. Jangan remehkan setiap gejala , bahkan gejala ringan sekalipun. 

.

Sekian dulu yaach cerita2 nya ..

Semoga kita semua selalu di sehatkan dan bahagia ❤️





Comments

  1. Berarti positifnya dalam kondisi setelah vaksin ya Mbak? Semoga semuanya bisa lekas membaik ya Mbak, Covid makin ke sini makin ganas. Benar-benar harus menjaga ketat prokes

    Wah, siapa sangka demam setelah vaksin malah ternyata positif��. Semangat mbaak!

    ReplyDelete
  2. Jadi ingat kata dari salah satu stand up komedi. Di endorse covid. Jenaka sih apa yang diucapkan tapi kalau sudah kena ya. Iba juga

    ReplyDelete
  3. Lumayan gara2 di endorse covid
    Dapat fee tambahan haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaaaha .. fee endorse dr multivitamin :)

      Delete
  4. terima kasih untuk masukan agar imun kita tetap kuat dan jauh dari kopid dan kakak segera sembuh

    ReplyDelete
  5. Iya niiiih, Bandung lagi memerah. Pintu gerbang utama kompleksku juga sekarang ditutup untuk meminimalkan orang luar masuk. Cepat sehat lagi sekeluarga, ya Teh.

    ReplyDelete
  6. Wiwin | pratiwanggini.netJune 27, 2021 at 5:16 AM

    Daerah saya juga red zone nih, kak.. Musti jaga imun ekstra dan ketat dengan prokes. Yang terpenting rileks, enggak panik, melihat sikon seperti sekarang ini.

    ReplyDelete
  7. Semoga segera sehat lagi semuanya yah. Duh eta diendorse covid dapat feenya berapa 😄 aya-aya wae Teteh mah 😆

    ReplyDelete
  8. Penularan covid emang lagi kenceng lagi nih... Semoga gak kena lagi ya..sehat selalu dan jangan lupa bahagia..

    ReplyDelete
  9. Semoga sekeluarga lekas pulih ya mba. Ini aku kok ya agak sering merasakan kayak meriang dan tulang berasa linu-linu gitu, khusus malam hari aja tapinya. Huhuhuu... kadang klo baca-baca medsos jadi parno. Semoga saja kita semua diberi perlindungan Allah dari efek-efek yang tidak kita inginkan di masa pandemi ini.

    ReplyDelete
  10. Memang Bandung lagi maraknya covid. Sama di depok, Bekasi, Jakarta juga kak. Kudu ketatin lagi prokes nya dan stay at home dulu kayak awal pandemi. Semoga lekas sembuh ya kak. Jaga kesehatan terus

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Spot Kece ini ternyata Kampus !!!

Pesona Mountain Breeze